Sabtu, 08 Februari 2014

Persahabatan Mentari

Assalamu'alaikum ^_^
Ini kiriman pertamaku. Puisi ini sebenarnya untuk tugas Bahasa Indonesia, ditujukan kepada anak-anak angkatan tiga, hehehe... Prolog-epilog bisa diubah/ ditiadakan.

Persahabatan Mentari
Karya: Hana’ Sausan

Prolog:
Terimakasih atas waktu kebersamaan yang kalian berikan selama dua tahun ini. Setiap detik waktu kebersamaan kita, akan selalu saya kenang sepanjang hayat. Untuk kalian, angkatan tiga yang saya cintai…

Jantungku berdegup kencang
Begitu melangkahkan kaki ini
Melihat ke sekeliling
Anak manusia tersenyum menyambut
Menyondorkan tangan
Bergandengan melewati hidup

Canda tawa menghiasi ruang kelas
Celoteh ringan anak-anak manusia
Menggema ke seantero ruang kelas
Berbagi rasa penuh cinta
Seiya sekata dalam berbagai hal
Bersama menciptakan perselisihan
Bersama pula mengakhirinya
Jejak Kaki.png

Ada kala ketika duka menghampiri
Menyatakan kebencian
Walau hati ini menyalahkan
Tidak! Saat itu bukan isi hati yang sebenarnya
Tatkala suka menghampiri
Tangan kita bergandengan kembali
Bersiap berlari menuju cahaya kemenangan
Secerah mentari silaukan persahabatan

Tanpa memutuskan ikatan
Kita terus berlari dan berlar
Maju bersama-sama
Halau haling-rintang
Menjadi diri sendiri
Hiraukan celoteh kanan-kiri
Menjadi diri sendiri
Menunggu sayap kemuliaan
Bawa terbang menuju cahaya kemenangan


Mimpi kita setinggi langit
Di atas langit masih ada langit
Setinggi apapun mimpi kita
Kita tahu…
Masih ada banyak mimpi yang lebih tinggi
Dari mimpi kita
Apapun mimpi itu
Kita mencari mimpi yang mulia
Bukan sekedar mimpi yang tinggi

Mimpi yang tinggi
Jika jatuh berada di antara bintang-bintang
Namun, mimpi yang mulia
Jika jatuh akan terangkat kembali
Oleh kemuliaan itu sendiri
Dikala sayap kemuliaan muncul
Bersama kita terbang
Menuju cahaya kemenangan
Yang selamanya dalam kemenangan
Karena itulah kisah persahabatan mentari
Yang saling mewarnai

Terbang bebas kemanapun
Namun, ada kalanya kita berbeda pendapat
Hingga tercipta satu kata menyakitkan
Perpisahan…
Setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan
Setelah tangan melambai-lambai
Bersiap kepakkan sayap
Menuju cahaya keabadian
Telapak Tangan.png

Epilog:
Bukan syair gubahan kelas dewa. Hanya sebuah syair sederhana karya seorang gadis kecil yang ingin berterimakasih. Kepada kalian,  angkatan tiga yang saya cintai. Sekedar memuji, kalianlah yang terbaik di hatiku. Terimakasih…


Bukan puisi menguras air mata. Namun, puisi ucapan terimakasih kepada angkatan tiga yang setia menemaniku selama bersekolah disini :D
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar